Jumat, 16 Maret 2012
Peresmian Kantor, Up-Grading dan Raker PDPM Kota Medan
Maka sangat diharapkan melalui kegiatan itu, peserta Raker (Rapat Kerja) dalam hal ini dari Unsur Pimpinan dan Anggota PDPM Kota Medan yang merupakan dari kader-kader terbaik PCPM se-Kota Medan mampu menyatakan tema itu.
1. Mengoptimalkan Peran, fungsi dan Pemuda Muhammadiyah
PDPM Kota Medan mampu menghimpun, membina dan menggerakkan potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota PCPM se-kota Medan. Diantara :
- Gerakkan potensi kader dalam bidang Muballigh
- Gerakkan potensi kader dalam bidang Tilawah Al-Quràn
- Gerakkan potensi kader dalam bidang Olah raga
- Gerakkan potensi kader dalam bidang Wirausaha (menciptakan lapangan pekerjaan)
- Gerakkan potensi kader dalam bidang jurnalistik
- Gerakkan potensi kader dalam bidang Hukum
- Gerakkan potensi kader dalam bidang-bidang yang tidak menyalahi maksud dan tujuan pemuda muhammadiyah.
2. Merealisasikan Program Kerja
- PDPM Kota Medan mampu merealisasikan (menyatakan/kerja nyata) terhadap program kerja yang telah dirancang dan disepakati melalui raker nantinya dan digerakkan di cabang dan ranting se-kota Medan.
- Menjadikan acuan dan pedoman program kerja di tingkat cabang dan ranting Pemuda Muhammadiyah se-kota Medan.
Memang harapan di atas sepertinya hanya sekadar "cakap-cakap" saja jika tidak ditindak-lanjuti. Sekadar mengingatkan peserta raker bahwa kata kunci mewujudkan harapan di atas itu adalah :
1. Adanya kemauan yang kuat untuk membesarkan PDPM Kota Medan sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah dengan niat semata-semata ibadah dan hanya mengharapkan ridha Allah swt. Kalo Allah sudah ridho, maka tidak ada satupun yang dapat menghalangi kehendak Allah swt.
2. Adanya keteguhan sikap (istiqomah) secara kolektif kolegial (berjamaàh) dalam berbuat dan merealisasikan program kerja.
3. Dengan adanya kantor Baru PDPM Kota Medan, benar-benar berfungsi dalam kesekretariatan dan pertemuan/rapat.
4. Ada saling mengingatkan dan saling mengisi sesama selama berjalannya roda organisasi agar tetap seirama sampai akhir periode amaliyah.
5. Program kerja benar-benar bertujuan menghimpun, membina dan menggerakkan potensi kader-kader Muhammadiyah di tingkat Cabang dan ranting.
Dengan lima kata kunci itu, niscaya Peran dan fungsi Pemuda Muhammadiyah sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa akan terealisasi dengan sebenar-benarnya. Jangan hanya sekadar harapan tinggal harapan dan "cakap-cakap saja". Insya Allah.
"Selamat dan Sukses Peresmian Kantor, Up-Grading dan Raker PDPM Kota Medan. Luruskan Niat dalam rangka menyatakan maksud dan tujuan Muhammadiyah menjadikan masyarakat utama, adil dan makmur (baldatun thoyyiban wa robbun ghoffur)"
Fastabiqul Khairat.
Minggu, 19 Februari 2012
RAKER & UP GRADING PDPM KOTA MEDAN
UU Ormas harus segera diganti, bukan revisi
Kepala Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri (Kesbangpolinmas Kemendagri) Tantribali Lamo, Jumat (17/2/2012), menegaskan bahwa aturan tersebut perlu diganti dengan UU yang baru. "Bukan revisi, tapi harusnya pergantian baru. UU ini diterbitkan tahun 1985, sekian puluh tahun yang lalu," tegasnya.
Dia menjelaskan, secara umum dalam UU tersebut mengatur keberadaan dan pembinaan ormas dalam tiga kategori. Yakni pembinaan ormas yang bersifat nasional dan diatur secara teknis di Kemendagri, ormas di tingkat provinsi yang diatur oleh pemerintah provinsi dan ormas di tingkat kabupaten/kota yang dalam prakteknya diatur langsung oleh bupati dan walikota setempat. "Secara teknis diatur masing-masing tingkatan, termasuk sanksi hingga pembekuan, bupati dan walikota juga mempunyai hak untuk membekukan dan membubarkan ormas," kata Tantri.
"Paket Undang-Undang Politik sudah beberapa kali berubah, tetapi Undang-Undang Ormas tidak pernah berubah. Kami sudah sekian tahun lalu mengajukan, tetapi baru masuk dalam Baleg," tambahnya lagi.
Sebelumnya, Tantri mengakui bahwa pihaknya kesulitan dalam mengatur organisasi masyarakat (ormas). Pasalnya jumlah ormas yang ada di Indonesia tercatat mencapai 65.577. Perinciannya, ormas yang tercatat di Kemendagri ada 9.058, di tingkat propinsi 14.413 ormas dan di tingkat kabupaten dan kota mencapai 42.106 ormas.
Rabu, 06 April 2011
MUJSYWIL PEMUDA MUHAMMADIYAH 22-24 APRIL 2011
“Muswil bertema aktualisasi spirit dan etos kerja kader dalam kemandirian dan dakwah untuk Sumut sejahtera dan bermartabat, akan diikuti sekitar 500 peserta, yakni lima dari utusan setiap pimpinan daerah dan dua dari utusan setiap cabang. Adapun jumlah PDPM seSumut sebanyak 27 daerah dan PC Pemuda Muhammadiyah 160,” kata Ketua Panitia Pelaksana Ihsan Rambe didampingi Ketua SC, Hasrat Efendi Samosir di Sekretariat PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Jl. Sisingamaraja Medan, Minggu (6/3).
Dijelaskan, Muswil juga akan menggelar sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya jalan santai dan seminar tentang hukum yang akan diisi Ketua KPK, Kajati, Kapoldasu, pejabat provinsi dan para ahli.
Panitia pemilihan Muswil menyatakan, bakal calon (balon) ketua yang dinyatakan lolos tujuh orang, yakni, Ihsan Rambe memperoleh 23 rekomendasi dukungan, Muslim Simbolon 12 dukungan dan Hasrat Efendi Samosir 10 dukungan. Sementara Agus Susanto lima dukungan, Fajar Pasaribu dan Selamat Muis Pohan empat dukungan, dan M Basir tiga dukungan.
“Para calon yang lolos selanjutnya disurati guna konfirmasi kesediaan menjadi calon. Usai dikonfirmasi, panitia menguji para calon tentang kelayakan calon dengan menjadi khatib, membaca Al Quran dan imam,” kata Ketua Panitia Pemilihan Andi Subakti. (m27)
Jumat, 04 Juni 2010
Menhut Pemuda Muhammadiyah belah rakyat melalui hutan
Selasa, 13 April 2010
MEMANFAATKAN MALAM JUM’AT SECARA OPTIMAL (1)
Menurut Al Quran Manusia Tidak Boleh Dicacatkan
Namun sayang, umat Islam dalam pandangan Joni tidak banyak yang punya keberpihakan pada difable, bahkan hingga sekarang kebanyakan lembaga yang perduli dengan masalah difable adalah lembaga-lembaga non muslim. “Bagaimana nanti kalau ada agama lain mendekati dan kemudian ada yang berpindah keyakinan ?” katanya. “Nanti kami dengan mudah dikatakan tipis imannya” lanjutnya.
Padahal menurut Joni dalam Diskusi Publik : Menggugat Perspektif ‘Normalisme’ dan Keadilan bagi Difabel (Perspektif Kajian Agama) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis(08/04/2010) tersebut, yang terjadi sebenarnya bukanlah pengkafiran terhadap difabel, namun pengabaian umat Islam terhadap kaun difabel.
Lebih lanjut Master alumni Leeds University, Inggris ini menyatakan bahwa jangan dianggap yang dibutuhkan para difabel adalah santunan.
Diskusi ini diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Kader PWM DI Yogyakarta, Maarif Institute dan SIGAB (Sasana Intergrasi dan Advokasi Difable).
