SUSUNAN PIMPINAN HARIAN BERSAMA ALUMNI DAN KADER PEMUDA MUHAMMADIYAH

SUSUNAN PIMPINAN HARIAN BERSAMA ALUMNI DAN KADER PEMUDA MUHAMMADIYAH
FOTO PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH KOTA MEDAN PERIODE 2010-2014

PERESMIAN SEKRETARIAT PEMUDA MUHAMMADIYAH KOTA MEDAN

PERESMIAN SEKRETARIAT PEMUDA MUHAMMADIYAH KOTA MEDAN
Diresmikan oleh Kakanda Anang Anas Azhar, S.Ag Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

Jumat, 04 Juni 2010

Menhut Pemuda Muhammadiyah belah rakyat melalui hutan

Jakarta - Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Jum’at (21/05/2010) menantang peserta Muktamar XIV Pemuda Muhammadiyah untuk ikut serta mensejahterakan rakyat melalui pengelolaan hutan. Di kompleks asrama haji, Pondok Gede Jakarta Timur, Zulkifli memaparkan program-program hutan desa dan hutan kemasyarakatan, dimana kader Pemuda Muhammadiyah di seluruh Indonesia dimintanya untuk ikut mengelolanya.Menurut Zulkifli, program yang ditawarkan ini tidak perlu membuat institusi baru, cukup dengan institusi Pemuda Muhammadiyah saja. Bentuk programnya pertahun sejak tahun 2010 adalah dengan mengajak rakyat mengelola 500 000 hektar area hutan menjadi Hutan Desa dan Hutan Kemasyarakatan. Setiap kelompok ada dana lima puluh juta rupiah untuk membangun kebun bibit, ada ongkos tanam 1,3 juta per hektar, juga ada biaya perawatan setelah enam bulan penanaman. “Agar air tidak rusak, dan udara bersih, mari kita menanam pohon. Dikasih uang untuk kebun bibit, juga untuk menanam dan merawat, mari bersama dampingi rakyat” paparnya. Menurut Zulkifli caranya mudah, yaitu memasukkan proposal ke kepala dinas kabupaten, nanti diteruskan ke Kementrian Kehutanan. “Uangnya tidak melalui Provinsi, Tidak melalui Kabupaten, langsung dari pusat” tegasnya. Dalam pemaparan selanjutnya Zulkifli menerangkkan bahwa hak setiap kepala keluarga bisa 5 hingga 10 hektar area hutan yang bisa dikelola selama 70 tahun. Syaratnya tidak boleh dipindah tangankan, diperjualbelikan dan penanamannya tidak menghilangkan tanaman pokok. Selain mengusahakan tanaman seperti Sengon, bisa juga dengan tumpangsari dan juga memelihara ternak. “Pendapatan bisa duapuluh juta per tahun. Baru kayunya, belum tumpang sari dan pelihara ternak. sehingga ekonomi rakyat bissa bergerak dan maju.” terangnya. “Kita utamakan Hutan Tanaman Rakyat , inilah yang saya tawarkan kepada Pemuda Muhammadiyah untuk bekerjasama. Karena mengurus rakyat itu tidak mudah. Saya ingin program ini sampai kepada rakyat.” paparnya. “Saya tantang anak anak muda benar tedak pro rakyat, jangan demo saja pro rakyat, kerja juga dengan pro rakyat” lanjutnya berapi – api. “Ini Dakwah yang baik sekali” lanjutnya meyakinkan.Bayar HutangZulkifli menganalogikan program Hutan Desa dan Hutan Kemasyarakatan ini seperi bayar hutang kita kepada alam, selain sebagai upaya mensejahterakan rakyat. Bagi Zulkifli, sunnatullah itu pasti terjadi, kalau ada harimau di kerinci mengejar anak, ada gajah di lampung merusak tanaman padi rakyat, di sulawwesi selatan jadi banjir besar, pasti kawasan hutannya rusak. Disisi lain menurutnya selama ini kita mengambil air dan menghirup oksigen, gratis. Menurutnya itu merupakan hutang kita kepada alam.“Kalau kita tidak mau utang terlalu banyak kepada Tuhan dan kepada Alam, cara membayar utang ya menanam pohon, karena adanya air dan oksigen datangnya dari menanam pohon. Zulkifli sempat memberi pengantar tentang kondisi kawasan hutan Indonesia dimana dari 92,328 % hanya tinggal 42,801 % yang masih primer atau virgin, 48,526 % telah mengalami LOA (Land of area ), sementara 40.071 sudah tidak berhutan. Sehingga yang ditakutkan oleh dunia sekarang ini adalah perubahan iklim dan pemanasan global. Bila cuaca tidak menentu akan terjadi krisis pangan pada jangka pendek. Jangka panjangnya pulau-pulau akan tenggelam. Menurutnya itu harus dicegah. Bilau rencana program diatas berjalan lancer, pada tahun 2020 Indonesia akan lebih sehat, tidak polusi, perbandingan dengan pertambahan emisi masih surplus oksigennya.”Artinya kita tidak berhutang pada alam.”

Selasa, 13 April 2010

MEMANFAATKAN MALAM JUM’AT SECARA OPTIMAL (1)

MUSTOFA W HASYIM-Takmir masjid atau musholla dan surau Muhammadiyah, bersama dengan jamaahnya sesungguhnya dapat memanfaatkan malam Jum’at secara optimal. Malam Jum’at yang dulu dikesankan angker, justru kemudian kita ubah menjadi malam yang penuh amal dan amal penuh kebaikan. Malam Jum’at adalah malam yang positif bagi kehidupan jamaah. Ini yang perlu ditekankan dan terus dibuktikan. Upaya memaknakan malam Jum’at sebagai malam yang penuh dengan hal-hal positif dapat mengurangi kebiasaan lama ketika malam Jum’at dikesankan sebagai malam yang seram dan semacamnya.Para aktivis Muhammadiyah, sebagaimana sering disampaikan oleh Pak AR Fakhruddin, memiliki pandangan bahwa setiap malam adalah malam yang baik. Jadi malam Jum’at sesungguhnya tidak lebih istimewa dibanding malam yang lain. Lantas mengapa malam Jum’at yang dipilih di sini? Pertama, adalah untuk mengubah isi dan suasana malam Jum’at menjadi malam yang penuh dakwah dan pahala, Kedua, jamaah kita memerlukan penanda hari dalam seminggu sebagai hari yang mudah diingat untuk bertemu dan meningkatkan kualitas keagamaan mereka. Ketiga, ditentukannya malam Jum’at sebagai malam kegiatan dakwah yang bersuasana berbeda, dengan malam Ahad misalnya, adalah semata-mata untuk membangun kegiatan rutin. Meski seminggu sekali, kalau dirancang dengan baik dan dioptimalkan fungsinya, lama kelamaan dapat mengubah dan mempengaruhi pribadi, keluarga dan masyarakat dengan hal-hal yang benar, baik dan indah, yang dipancarkan dari masjid, musholla atau surau Muhammadiyah. Keempat, pihak takmir sendiri juga menjadi mudah dalam merancang dan melaksanakan kegiatannya. Termasuk ketika akan mengundang muballigh, penceramah atau mengaktifkan anggota takmir yang dipilih untuk menangani kegiatan di malam Jum’at itu.Di sebuah desa atau komunitas Muhammadiyah yang termasuk kecamatan Minggir, Sleman Yogyakarta sudah ada takmir atau takmir bersama yang relatif mampu memanfaatkan malam Jum’at secara optimal. Intinya, malam Jum’at dijadikan semacam malam yang penuh suasana dakwah. Warga desa diundang takmir untuk berkumpul di masjid atau musholla.“Agenda atau makna kegiatan ini sederhana sekali. Ada empat manfaat yang kami kembangkan dari pertemuan rutin di malam Jum’at. Pertemuan yang dimulai dengan jamaah shalat Maghrib dan diakhiri dengan shalat berjamaah di waktu Isyak,” kata seorang aktivis Muhammadiyah itu.Pertama, malam Jum’at itu dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi warga desa. Ini dilakukan karena semua menyadari bahwa sekarang ini kesibukan warga desa dalam mencari sesuap nasi makin tinggi. Kesempatan untuk bertemu tetangga saja makin langka. Dalam kondisi seperti ini adanya kegiatan kumpul di malam Jum’at dapat mengeratkan persaudaraan di antara warga. Mereka bertemu secara rutin.Kedua, malam Jum’at dimanfaatkan untuk pengajian. Karena pengajian ini berlangsung rutin mingguan, maka materi pengajian pun dapat dibuat secara berkesinambungan. Mulai dari masalah akidah, ibadah, muamalah, akhlak dengan pendekatan ilmu tafsir, hadits, tarikh, fiqih, yang diramu dengan pendekatan ilmu sosial, kesehatan, kejiwaan, ekonomi, budaya, politik, ilmu komunikasi dan sebagainya. Diharapkan kegiatan ini menjadi lebih menarik dan senantiasa dirindukan untuk diikuti oleh jamaah.Ketiga, malam Jum’at dapat dimanfaatkan sebagai malam untuk mengumpulkan infak, zakat dan sadaqah. Pada setiap malam Jum’at ini, tim takmir atau tim PRM yang diberi tanggungjawab untuk mengurusi ZIS ini memberikan laporan kegiatannya selama seminggu sebelumnya. Juga dilaporkan perkembangan dana umat yang dikumpulan dan bagaimana rincian pemanfaatannya. Hadirin diminta memberi tanggapan. Kemudian disampaikan rancangan untuk kegiatan seminggu ke depan.Setelah ada tanggapan dari hadirin maka ditetapkan dan diputuskan kegiatan tim ZIS untuk seminggu ke depan itu. Dengan demikian, kegiatan ZIS akan terencana dengan baik, dan terkontrol dengan baik. Ada transparansi atau keterbukaan. Dan yang penting untuk ditampilkan adalah, bagaimana sesungguhnya dengan ZIS banyak masalah sosial dan ekonomi di lingkungan masjid dan musholla itu dapat terpecahkan. Warga atau para aktivis jamaah masjid yang punya beban atau punya masalah ekonomi dan sosial dapat ditolong. Mereka yang membutuhkan modal akan dengan mudah mendapat pinjaman tanpa bunga, mereka yang sakit dapat ditolong untuk membiayai pengobatannya, mereka yang anaknya butuh biaya sekolah dapat tercukupi, misalnya. Di Minggir tadi, jamaah masjid dan musholla yang secara aktif berkumpul setiap malam Jum’at kemudian dengan mudah mampu mengkoordinir kegiatan kurban, zakat fitrah, pemberian bantuan permodalan, kegiatan penyantunan sosial. Dan semua ini dirancang dan dilaksanakan secara terbuka di lingkungan jamaah itu sendiri.l BERSAMBUNG

Menurut Al Quran Manusia Tidak Boleh Dicacatkan

Yogyakarta - Joni Gunanto, Direktur SIGAB (Sasana Intergrasi dan Advokasi Difable) sempat menyitir Ayat Al Quran Surat 95 ayat 4 yang menyatakan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. “Kalau kita masih mengatakan ada orang Cacat, berarti kita mengingkari Al Quran.” katanya. “Ayat itu tidak ada kecualinya, tidak ada diskriminasi, manusia tidak boleh dicacatkan, karena semua orang sesungguhnya normal” lanjutnya.
Namun sayang, umat Islam dalam pandangan Joni tidak banyak yang punya keberpihakan pada difable, bahkan hingga sekarang kebanyakan lembaga yang perduli dengan masalah difable adalah lembaga-lembaga non muslim. “Bagaimana nanti kalau ada agama lain mendekati dan kemudian ada yang berpindah keyakinan ?” katanya. “Nanti kami dengan mudah dikatakan tipis imannya” lanjutnya.
Padahal menurut Joni dalam Diskusi Publik : Menggugat Perspektif ‘Normalisme’ dan Keadilan bagi Difabel (Perspektif Kajian Agama) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis(08/04/2010) tersebut, yang terjadi sebenarnya bukanlah pengkafiran terhadap difabel, namun pengabaian umat Islam terhadap kaun difabel.
Lebih lanjut Master alumni Leeds University, Inggris ini menyatakan bahwa jangan dianggap yang dibutuhkan para difabel adalah santunan.
Diskusi ini diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Kader PWM DI Yogyakarta, Maarif Institute dan SIGAB (Sasana Intergrasi dan Advokasi Difable).

Senin, 29 Maret 2010

Relawan Muhammadiyah Temukan Puluhan Siswa Terancam Gagal UN

Karawang- Bencana banjir tidak saja merendam puluhan rumah warga, tetapi juga belasan sekolah. Ini terlihat ketika melihat secara langsung beberapa sekolah yang masih direndam sekitar satu meter dari jalan raya (28/04/2010). Edi Setiawan dari Media Center PKO LAZISMU melaporkan bahwa relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam program dari Lazis Muhammadiyah tersebut langsung mencari data terkait siswa yang setiap hari belajar disana.
Menurut warga setempat sudah tiga hari siswa-siswi di liburkan. Siswa-siswi ini sudah kehilangan kesempatan belajar selama tiga hari dan harus belajar sendiri di pengungsian agar bisa mengejar ketertinggalan materi ajar. Menurut mereka, ternyata pihak sekolah sedang mengevakuasi buku-buku pelajaran yang masih bisa diselamatkan dan memantau ketinggian air kapan perlahan akan surut.
Menurut salah seorang siswi SMP Bhineka di pengungsian tersebut, mereka sudah tiga hari tidak masuk sekolah karena sekolahnya terendam banjir sekitar satu meter. “Saya khawatir hari senin besok tidak bisa mengikuti Ujian Nasional padahal ujian ini sudah saya tunggu-tunggu sebulan yang lalu.” kata Siswi tersebut.
“Teman-teman yang tidak bisa mengikuti UN ini berkisar antara 40 siswa. Saya belum bertemu dengan teman-teman sekelas lain dan apalagi Kepala Sekolah. Dikarenakan saya sibuk dengan kebutuhan sehari-hari. Cuma kemarin sudah dapat informasi kita akan di pindahkan kesekolah lain yang layak buat ujian,” paparnya lagi dengan mata sayup.
SMKN 1 Karawang juga terendam sekitar 50 Cm dari permukaan jalan raya, sehingga tidak bisa dipakai untuk pelaksanaan Ujian Nasional, alternatif yang diambil pihak sekolah adalah dengan memindahkan Ujian Nasional ke SMPN 1 Karawang yang saling berdekatan. Otomatis dengan dipindahkan siswa ke sekolah ini akan meringankan dan bisa melanjutkan Ujian Nasional.
Dengan memindahkan siswa dari sekolah yang terendam ke sekolah yang tidak terendam diharapkan Ujian Nasional tidak akan gagal.///partaonan hrp//SM

Kamis, 18 Maret 2010

10 Kandidat Ketua Debat di Yogyakarta

YOGYAKARTA- Persaingan kandidat calon Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah semakin ketat menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Jakarta 17sampai 21 Februari 2010 mendatang. Beberapa nama telah muncul dan roadshow ke daerah-daerah untuk mencari dukungan. Sabtu, 5 Desember 2009 mereka beradu konsep, visi misi dan janji politik dalam debat yang digelar oleh PW Pemuda Muhammadiyah Jogjakarta. Sepuluh kandidat, tujuh dari pengurus pimpinan pusat dan tiga dari pimpinan wilayah akan beradu konsep dan bertarung memperebutkan orang nomor satu di Pemuda Muhammadiyah. Siapa saja mereka?
Sepuluh kader Pemuda Muhammadiyah yang diperkirakan maju menjadi calon ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendatang akan melakukan debat terbuka di Yogyakarta. Mereka adalah tujuh dari pengurus Pimpinan Pusat yakni Ahmad Rofiq, Gunawan Hidayat, Makmun Murod Al Barbasyi, Saleh P Daulay, Piet Hizbulloh Khaidir, Yus Fitriyadi, dan M Ihsan. Sementara tiga kandidat lain dari daerah adalah Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng Wahyudi, Ketua PW jatim Suli Daim dan Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud.

Debat yang mengambil tema ”Dialog Kader menyambut Muktamar Pemuda Muhammadiyah” ini akan digelar di Gedung Unires Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Selatan kampus Terpadu UMY). Dialog ini juga akan mendatangkan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dr Abdul Mukti yang akan memberikan pengantar. Juga akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin dan sejumlah pengurus lain. Peserta terdiri dari pengurus PW Jogjakarta, PD PM se-Yogyakarta, pengurus PW PM se-Jawa Bali.Dialog ini sendiri akan digelar dua hari, Sabtu debat antar kandidat dan Minggu diisi dengan olah raga futsal bersama dan taushiyah dari Dr Haedar Nashir.

Menurut Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud, tujuan dari dialog ini adalah untuk memetakan dan mendiskusikan model dan potensi negara yang hegemonik, merumuskan sikap atas kondisi sosial politik mutakhir, mengevaluasi artikulasi kaum muda sebagai pilar kekuatan civil society, merumuskan potensi dan model gerakan kemandirian kaum muda, dan merumuskan gagasan strategis sebagai rekomendasi materi muktamar.

Dari dialog ini diharapkan mampu untuk memetakan konstruksi kekuatan negara di era rezim SBY-Budiono, terumuskan sikap politik Pemuda Muhammadiyah menyikapi kondisi sosial politik mutakhir, adanya evaluasi terhadap kinerja dan persoalan OKP, sebagai pilar civil society, dan merumuskan agenda dan model gerakan kemandirian kaum muda sebagai rekomendasi untuk materi Muktamar ke-14.//Partaonan

Selasa, 16 Maret 2010

Din: Tolak Rokok Haram, Mana Fatwanya? Dari pandangan agama fatwa haram merokok tidak bersifat mengikat.


Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta semua pihak tidak terbawa polemik fatwa pelarangan merokok. Sebaliknya harus menghormati sebagai pandangan hukum yang tinggi kedudukannya. "Siapapun yang tidak setuju dan menolak karena memandang alasannya kurang kuat, silahkan untuk mengajukan fatwa lain dengan alasan yang lebih kuat," kata Din Syamsuddin.
Hal itu disampaikan Din di sela Seminar Nasional "Membangun Konstruksi Ideal Relasi Muhammadiyah dan Politik" di DPW Muhammadiyah, Jalan Dukuh Menanggal Surabaya, Selasa, 16 Maret 2010.
Dikatakan dia, fatwa yang dikeluarkan Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah tidak bersifat mengikat. Namun, fatwa itu mempunyai kedudukan lebih tinggi dan harus ditaati.

Menurut Din, dari pandangan agama fatwa haram merokok tidak bersifat mengikat. Tapi, mengikat secara moril. Bagi yang tidak setuju silahkan mengabaikan. "Silahkan berpikir, banyak mudharad-nya atau tidak," kata dia.

Fatwa PP Muhammadiyah: Merokok Haram!

JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Majlis Tarjih dan Tajdid, mengeluarkan fatwa baru terhadap hukum merokok. Setelah menelaah manfaat dan mudarat rokok, Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah berkesimpulan bahwa merokok secara syariah Islam masuk dalam kategori haram. Keputusan ini diambil dalam halaqoh tentang Pengendalian Dampak Tembakau yang diselenggarakan Majlis Tarjih dan Tajdid pada 7 Maret lalu di Yogyakarta.Dengan dikeluarkannya fatwa ini, maka fatwa tahun 2005 yang menyatakan merokok mubah dinyatakan tidak berlaku lagi.

”Fatwa ini diambil setelah mendengarkan masukan dari berbagai pihak tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan ekonomi. Di samping itu, kami juga melakukan tinjauan hukum merokok. Berdasarkan masukan dari halaqoh itu, kemudian dirapatkan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid dan mengeluarkan amar keputusan bahwa merokok adalah haram hukumnya,” kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Dr Yunahar Ilyas dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2010).

Fatwa baru ini sekaligus merevisi fatwa sebelumnya yang menyatakan bahwa hukum rokok mubah. ”Fatwa bahwa merokok mubah selama ini terjadi karena berbagai dampak negatif merokok bagi kesehatan, sosial, dan ekonomi, semakin dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Yunahar.

Fatwa bahwa merokok mubah masih dipertahankan oleh PP Muhammadiyah hingga 2007. Artinya, boleh dikerjakan, tetapi lebih baik jika ditinggalkan. Perubahan fatwa menjadi haram dinilai sebagai keputusan yang akan membawa manfaat. Mengingat, banyaknya efek negatif akibat terpapar asap rokok.

Melalui fatwa ini, Yunahar mengatakan, PP Muhammadiyah ingin mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan bahaya mengisap lintingan tembakau ini. ”Karena dampak negatifnya, maka pembelanjaan uang untuk merokok adalah perbuatan mubazir,” ujarnya.

Dalam salah satu amar keputusannya, diimbau kepada yang belum merokok, wajib menghindarkan diri dari merokok. Bagi yang sudah merokok, wajib berupaya untuk menghentikan dari kebiasaan merokok. ”Dengan dikeluarkannya fatwa ini, maka fatwa tahun 2005 yang menyatakan merokok mubah dinyatakan tidak berlaku lagi,” kata Yunahar lagi.

Pelaksanaan Fatwa Haram Merokok yang dikeluarkan Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini akan dibawa dan dikukuhkan dalam Rapat Pleno PP Muhammadiyah dan ditindaklanjuti dengan surat keputusan resmi. Dijelaskan Yunahar, surat keputusan tersebut berisi instruksi mengikat kepada seluruh jajaran organisasi, lembaga-lembaga amal usaha, seperti sekolah, universitas, rumah sakit, masjid, dan berbagai fasilitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia///kutipan dari harian kompas

Jumat, 12 Maret 2010

Dalam Bimbingan UMM, 20 Warga Amerika Siap Jadi ‘Wong Ndeso’

Malang- Sebanyak 20 volunter dari Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Peace Corps telah bersiap belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama tiga bulan mereka akan belajar bahasa dan budaya Indonesia, sebelum nantinya mengajar di SMA/SMK di Jawa Timur. Mereka difokuskan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah menengah, terutama di daerah terpencil di Jawa Timur.
Di bawah bimbingan dosen UMM, mereka akan menempati basecamp hingga tiga Juni mendatang. Koordinator Piece Corps, Tango, dalam Workshop Family Host, di Ruang Sidang Rektor UMM, Selasa, (10/03/2010), mengungkapkan bagaimanapun mereka harus siap. Acara workshop dihadiri oleh Kepala BKLN, Soeparto, dosen, staf pengajar serta seluruh tuan rumah bagi relawan.
“Akhirnya kami menemukan tempat training yang tepat. Relawan telah siap terjun dan hidup layaknya masyarakat di Indonesia, tidak boleh ada perlakuan istimewa,” ujar Tango. Sepanjang program pelatihan, relawan akan tinggal pedesaan di Kota Batu, yakni Tlekung, Junrejo, Pandanrejo dan Giripurno. Selama satu minggu penuh, mereka akan memperoleh berbagai pembelajaran.
Uniknya, mereka harus hidup layaknya warga, mulai makan, minum sama persis menu warga. Tidak hanya itu, mereka harus melakukan aktivitas mencuci pakaian sendiri. “Tidak ada yang istimewa, bila tuan rumah mencuci pakaian di sungai, maka bule-pun mencuci di sungai,”ujar Tango. Pada sisi lain menurut Tango, mereka juga mengikuti aktivitas warga mulai mengikuti rapat desa, kerja bakti bahkan pesta pernikahan, dan dilarang menggunakan alat transportasi seperti Mobil, serta motor untuk keseluruhan kegiatan.
Lebih lanjut, Tango berharap kehadiran relawan akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Selama tiga bulan, relawan diharapkan menyatu dengan keluarga dan masyarakat. Keluarga atau family host, berperan penting dalam pembauran dengan masyarakat. Bantuan penguasaan bahasa dan budaya akan sangat membantu, meski di awal memang harus banyak peyesuaian. “Volunters are not guest, they are part of your family,”pungkasnya. Kedatangan Piece Corps ke UMM dan Malang ini adalah untuk kali pertama di Indonesia. Sebelumnya, Piece Corps melakukan misi-misinya di Afrika. Misinya, diakui jauh dari politik dan keagamaan, melainkan pendidikan dan sosial

Kamis, 11 Maret 2010

Sukse dan Bahagia

Jalan menuju BAHAGIA & SUKSES tidak selalu lurus, ada tikungan bernama kegagalan, ada bundaran bernama kebingungan,tanjakan bernama teman,lampu merah bernama musuh,lampu kuning bernama keluarga. Anda akan mengalami ban kempes & pecah..itulah hidup. Tapi jika anda membawa ban serep bernama TEKAD,mesin bernama KETEKUNAN, asuransi bernama IMAN,pengemudi bernama TUHAN. Maka sampailah anda di daerah yg disebut SUKSES & BAHAGIA.. Salam sukses