Karawang- Bencana banjir tidak saja merendam puluhan rumah warga, tetapi juga belasan sekolah. Ini terlihat ketika melihat secara langsung beberapa sekolah yang masih direndam sekitar satu meter dari jalan raya (28/04/2010). Edi Setiawan dari Media Center PKO LAZISMU melaporkan bahwa relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam program dari Lazis Muhammadiyah tersebut langsung mencari data terkait siswa yang setiap hari belajar disana.
Menurut warga setempat sudah tiga hari siswa-siswi di liburkan. Siswa-siswi ini sudah kehilangan kesempatan belajar selama tiga hari dan harus belajar sendiri di pengungsian agar bisa mengejar ketertinggalan materi ajar. Menurut mereka, ternyata pihak sekolah sedang mengevakuasi buku-buku pelajaran yang masih bisa diselamatkan dan memantau ketinggian air kapan perlahan akan surut.
Menurut salah seorang siswi SMP Bhineka di pengungsian tersebut, mereka sudah tiga hari tidak masuk sekolah karena sekolahnya terendam banjir sekitar satu meter. “Saya khawatir hari senin besok tidak bisa mengikuti Ujian Nasional padahal ujian ini sudah saya tunggu-tunggu sebulan yang lalu.” kata Siswi tersebut.
“Teman-teman yang tidak bisa mengikuti UN ini berkisar antara 40 siswa. Saya belum bertemu dengan teman-teman sekelas lain dan apalagi Kepala Sekolah. Dikarenakan saya sibuk dengan kebutuhan sehari-hari. Cuma kemarin sudah dapat informasi kita akan di pindahkan kesekolah lain yang layak buat ujian,” paparnya lagi dengan mata sayup.
SMKN 1 Karawang juga terendam sekitar 50 Cm dari permukaan jalan raya, sehingga tidak bisa dipakai untuk pelaksanaan Ujian Nasional, alternatif yang diambil pihak sekolah adalah dengan memindahkan Ujian Nasional ke SMPN 1 Karawang yang saling berdekatan. Otomatis dengan dipindahkan siswa ke sekolah ini akan meringankan dan bisa melanjutkan Ujian Nasional.
Dengan memindahkan siswa dari sekolah yang terendam ke sekolah yang tidak terendam diharapkan Ujian Nasional tidak akan gagal.///partaonan hrp//SM
Senin, 29 Maret 2010
Kamis, 18 Maret 2010
10 Kandidat Ketua Debat di Yogyakarta
YOGYAKARTA- Persaingan kandidat calon Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah semakin ketat menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Jakarta 17sampai 21 Februari 2010 mendatang. Beberapa nama telah muncul dan roadshow ke daerah-daerah untuk mencari dukungan. Sabtu, 5 Desember 2009 mereka beradu konsep, visi misi dan janji politik dalam debat yang digelar oleh PW Pemuda Muhammadiyah Jogjakarta. Sepuluh kandidat, tujuh dari pengurus pimpinan pusat dan tiga dari pimpinan wilayah akan beradu konsep dan bertarung memperebutkan orang nomor satu di Pemuda Muhammadiyah. Siapa saja mereka?
Sepuluh kader Pemuda Muhammadiyah yang diperkirakan maju menjadi calon ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendatang akan melakukan debat terbuka di Yogyakarta. Mereka adalah tujuh dari pengurus Pimpinan Pusat yakni Ahmad Rofiq, Gunawan Hidayat, Makmun Murod Al Barbasyi, Saleh P Daulay, Piet Hizbulloh Khaidir, Yus Fitriyadi, dan M Ihsan. Sementara tiga kandidat lain dari daerah adalah Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng Wahyudi, Ketua PW jatim Suli Daim dan Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud.
Debat yang mengambil tema ”Dialog Kader menyambut Muktamar Pemuda Muhammadiyah” ini akan digelar di Gedung Unires Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Selatan kampus Terpadu UMY). Dialog ini juga akan mendatangkan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dr Abdul Mukti yang akan memberikan pengantar. Juga akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin dan sejumlah pengurus lain. Peserta terdiri dari pengurus PW Jogjakarta, PD PM se-Yogyakarta, pengurus PW PM se-Jawa Bali.Dialog ini sendiri akan digelar dua hari, Sabtu debat antar kandidat dan Minggu diisi dengan olah raga futsal bersama dan taushiyah dari Dr Haedar Nashir.
Menurut Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud, tujuan dari dialog ini adalah untuk memetakan dan mendiskusikan model dan potensi negara yang hegemonik, merumuskan sikap atas kondisi sosial politik mutakhir, mengevaluasi artikulasi kaum muda sebagai pilar kekuatan civil society, merumuskan potensi dan model gerakan kemandirian kaum muda, dan merumuskan gagasan strategis sebagai rekomendasi materi muktamar.
Dari dialog ini diharapkan mampu untuk memetakan konstruksi kekuatan negara di era rezim SBY-Budiono, terumuskan sikap politik Pemuda Muhammadiyah menyikapi kondisi sosial politik mutakhir, adanya evaluasi terhadap kinerja dan persoalan OKP, sebagai pilar civil society, dan merumuskan agenda dan model gerakan kemandirian kaum muda sebagai rekomendasi untuk materi Muktamar ke-14.//Partaonan
Sepuluh kader Pemuda Muhammadiyah yang diperkirakan maju menjadi calon ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendatang akan melakukan debat terbuka di Yogyakarta. Mereka adalah tujuh dari pengurus Pimpinan Pusat yakni Ahmad Rofiq, Gunawan Hidayat, Makmun Murod Al Barbasyi, Saleh P Daulay, Piet Hizbulloh Khaidir, Yus Fitriyadi, dan M Ihsan. Sementara tiga kandidat lain dari daerah adalah Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng Wahyudi, Ketua PW jatim Suli Daim dan Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud.
Debat yang mengambil tema ”Dialog Kader menyambut Muktamar Pemuda Muhammadiyah” ini akan digelar di Gedung Unires Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Selatan kampus Terpadu UMY). Dialog ini juga akan mendatangkan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dr Abdul Mukti yang akan memberikan pengantar. Juga akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin dan sejumlah pengurus lain. Peserta terdiri dari pengurus PW Jogjakarta, PD PM se-Yogyakarta, pengurus PW PM se-Jawa Bali.Dialog ini sendiri akan digelar dua hari, Sabtu debat antar kandidat dan Minggu diisi dengan olah raga futsal bersama dan taushiyah dari Dr Haedar Nashir.
Menurut Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud, tujuan dari dialog ini adalah untuk memetakan dan mendiskusikan model dan potensi negara yang hegemonik, merumuskan sikap atas kondisi sosial politik mutakhir, mengevaluasi artikulasi kaum muda sebagai pilar kekuatan civil society, merumuskan potensi dan model gerakan kemandirian kaum muda, dan merumuskan gagasan strategis sebagai rekomendasi materi muktamar.
Dari dialog ini diharapkan mampu untuk memetakan konstruksi kekuatan negara di era rezim SBY-Budiono, terumuskan sikap politik Pemuda Muhammadiyah menyikapi kondisi sosial politik mutakhir, adanya evaluasi terhadap kinerja dan persoalan OKP, sebagai pilar civil society, dan merumuskan agenda dan model gerakan kemandirian kaum muda sebagai rekomendasi untuk materi Muktamar ke-14.//Partaonan
Selasa, 16 Maret 2010
Din: Tolak Rokok Haram, Mana Fatwanya? Dari pandangan agama fatwa haram merokok tidak bersifat mengikat.

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta semua pihak tidak terbawa polemik fatwa pelarangan merokok. Sebaliknya harus menghormati sebagai pandangan hukum yang tinggi kedudukannya. "Siapapun yang tidak setuju dan menolak karena memandang alasannya kurang kuat, silahkan untuk mengajukan fatwa lain dengan alasan yang lebih kuat," kata Din Syamsuddin.
Hal itu disampaikan Din di sela Seminar Nasional "Membangun Konstruksi Ideal Relasi Muhammadiyah dan Politik" di DPW Muhammadiyah, Jalan Dukuh Menanggal Surabaya, Selasa, 16 Maret 2010.
Dikatakan dia, fatwa yang dikeluarkan Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah tidak bersifat mengikat. Namun, fatwa itu mempunyai kedudukan lebih tinggi dan harus ditaati.
Hal itu disampaikan Din di sela Seminar Nasional "Membangun Konstruksi Ideal Relasi Muhammadiyah dan Politik" di DPW Muhammadiyah, Jalan Dukuh Menanggal Surabaya, Selasa, 16 Maret 2010.
Dikatakan dia, fatwa yang dikeluarkan Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah tidak bersifat mengikat. Namun, fatwa itu mempunyai kedudukan lebih tinggi dan harus ditaati.
Menurut Din, dari pandangan agama fatwa haram merokok tidak bersifat mengikat. Tapi, mengikat secara moril. Bagi yang tidak setuju silahkan mengabaikan. "Silahkan berpikir, banyak mudharad-nya atau tidak," kata dia.
Fatwa PP Muhammadiyah: Merokok Haram!
JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Majlis Tarjih dan Tajdid, mengeluarkan fatwa baru terhadap hukum merokok. Setelah menelaah manfaat dan mudarat rokok, Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah berkesimpulan bahwa merokok secara syariah Islam masuk dalam kategori haram. Keputusan ini diambil dalam halaqoh tentang Pengendalian Dampak Tembakau yang diselenggarakan Majlis Tarjih dan Tajdid pada 7 Maret lalu di Yogyakarta.Dengan dikeluarkannya fatwa ini, maka fatwa tahun 2005 yang menyatakan merokok mubah dinyatakan tidak berlaku lagi.
”Fatwa ini diambil setelah mendengarkan masukan dari berbagai pihak tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan ekonomi. Di samping itu, kami juga melakukan tinjauan hukum merokok. Berdasarkan masukan dari halaqoh itu, kemudian dirapatkan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid dan mengeluarkan amar keputusan bahwa merokok adalah haram hukumnya,” kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Dr Yunahar Ilyas dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2010).
Fatwa baru ini sekaligus merevisi fatwa sebelumnya yang menyatakan bahwa hukum rokok mubah. ”Fatwa bahwa merokok mubah selama ini terjadi karena berbagai dampak negatif merokok bagi kesehatan, sosial, dan ekonomi, semakin dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Yunahar.
Fatwa bahwa merokok mubah masih dipertahankan oleh PP Muhammadiyah hingga 2007. Artinya, boleh dikerjakan, tetapi lebih baik jika ditinggalkan. Perubahan fatwa menjadi haram dinilai sebagai keputusan yang akan membawa manfaat. Mengingat, banyaknya efek negatif akibat terpapar asap rokok.
Melalui fatwa ini, Yunahar mengatakan, PP Muhammadiyah ingin mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan bahaya mengisap lintingan tembakau ini. ”Karena dampak negatifnya, maka pembelanjaan uang untuk merokok adalah perbuatan mubazir,” ujarnya.
Dalam salah satu amar keputusannya, diimbau kepada yang belum merokok, wajib menghindarkan diri dari merokok. Bagi yang sudah merokok, wajib berupaya untuk menghentikan dari kebiasaan merokok. ”Dengan dikeluarkannya fatwa ini, maka fatwa tahun 2005 yang menyatakan merokok mubah dinyatakan tidak berlaku lagi,” kata Yunahar lagi.
Pelaksanaan Fatwa Haram Merokok yang dikeluarkan Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini akan dibawa dan dikukuhkan dalam Rapat Pleno PP Muhammadiyah dan ditindaklanjuti dengan surat keputusan resmi. Dijelaskan Yunahar, surat keputusan tersebut berisi instruksi mengikat kepada seluruh jajaran organisasi, lembaga-lembaga amal usaha, seperti sekolah, universitas, rumah sakit, masjid, dan berbagai fasilitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia///kutipan dari harian kompas
”Fatwa ini diambil setelah mendengarkan masukan dari berbagai pihak tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan ekonomi. Di samping itu, kami juga melakukan tinjauan hukum merokok. Berdasarkan masukan dari halaqoh itu, kemudian dirapatkan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid dan mengeluarkan amar keputusan bahwa merokok adalah haram hukumnya,” kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Dr Yunahar Ilyas dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2010).
Fatwa baru ini sekaligus merevisi fatwa sebelumnya yang menyatakan bahwa hukum rokok mubah. ”Fatwa bahwa merokok mubah selama ini terjadi karena berbagai dampak negatif merokok bagi kesehatan, sosial, dan ekonomi, semakin dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Yunahar.
Fatwa bahwa merokok mubah masih dipertahankan oleh PP Muhammadiyah hingga 2007. Artinya, boleh dikerjakan, tetapi lebih baik jika ditinggalkan. Perubahan fatwa menjadi haram dinilai sebagai keputusan yang akan membawa manfaat. Mengingat, banyaknya efek negatif akibat terpapar asap rokok.
Melalui fatwa ini, Yunahar mengatakan, PP Muhammadiyah ingin mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan bahaya mengisap lintingan tembakau ini. ”Karena dampak negatifnya, maka pembelanjaan uang untuk merokok adalah perbuatan mubazir,” ujarnya.
Dalam salah satu amar keputusannya, diimbau kepada yang belum merokok, wajib menghindarkan diri dari merokok. Bagi yang sudah merokok, wajib berupaya untuk menghentikan dari kebiasaan merokok. ”Dengan dikeluarkannya fatwa ini, maka fatwa tahun 2005 yang menyatakan merokok mubah dinyatakan tidak berlaku lagi,” kata Yunahar lagi.
Pelaksanaan Fatwa Haram Merokok yang dikeluarkan Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini akan dibawa dan dikukuhkan dalam Rapat Pleno PP Muhammadiyah dan ditindaklanjuti dengan surat keputusan resmi. Dijelaskan Yunahar, surat keputusan tersebut berisi instruksi mengikat kepada seluruh jajaran organisasi, lembaga-lembaga amal usaha, seperti sekolah, universitas, rumah sakit, masjid, dan berbagai fasilitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia///kutipan dari harian kompas
Senin, 15 Maret 2010
Jumat, 12 Maret 2010
Dalam Bimbingan UMM, 20 Warga Amerika Siap Jadi ‘Wong Ndeso’
Malang- Sebanyak 20 volunter dari Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Peace Corps telah bersiap belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama tiga bulan mereka akan belajar bahasa dan budaya Indonesia, sebelum nantinya mengajar di SMA/SMK di Jawa Timur. Mereka difokuskan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah menengah, terutama di daerah terpencil di Jawa Timur.
Di bawah bimbingan dosen UMM, mereka akan menempati basecamp hingga tiga Juni mendatang. Koordinator Piece Corps, Tango, dalam Workshop Family Host, di Ruang Sidang Rektor UMM, Selasa, (10/03/2010), mengungkapkan bagaimanapun mereka harus siap. Acara workshop dihadiri oleh Kepala BKLN, Soeparto, dosen, staf pengajar serta seluruh tuan rumah bagi relawan.
“Akhirnya kami menemukan tempat training yang tepat. Relawan telah siap terjun dan hidup layaknya masyarakat di Indonesia, tidak boleh ada perlakuan istimewa,” ujar Tango. Sepanjang program pelatihan, relawan akan tinggal pedesaan di Kota Batu, yakni Tlekung, Junrejo, Pandanrejo dan Giripurno. Selama satu minggu penuh, mereka akan memperoleh berbagai pembelajaran.
Uniknya, mereka harus hidup layaknya warga, mulai makan, minum sama persis menu warga. Tidak hanya itu, mereka harus melakukan aktivitas mencuci pakaian sendiri. “Tidak ada yang istimewa, bila tuan rumah mencuci pakaian di sungai, maka bule-pun mencuci di sungai,”ujar Tango. Pada sisi lain menurut Tango, mereka juga mengikuti aktivitas warga mulai mengikuti rapat desa, kerja bakti bahkan pesta pernikahan, dan dilarang menggunakan alat transportasi seperti Mobil, serta motor untuk keseluruhan kegiatan.
Lebih lanjut, Tango berharap kehadiran relawan akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Selama tiga bulan, relawan diharapkan menyatu dengan keluarga dan masyarakat. Keluarga atau family host, berperan penting dalam pembauran dengan masyarakat. Bantuan penguasaan bahasa dan budaya akan sangat membantu, meski di awal memang harus banyak peyesuaian. “Volunters are not guest, they are part of your family,”pungkasnya. Kedatangan Piece Corps ke UMM dan Malang ini adalah untuk kali pertama di Indonesia. Sebelumnya, Piece Corps melakukan misi-misinya di Afrika. Misinya, diakui jauh dari politik dan keagamaan, melainkan pendidikan dan sosial
Di bawah bimbingan dosen UMM, mereka akan menempati basecamp hingga tiga Juni mendatang. Koordinator Piece Corps, Tango, dalam Workshop Family Host, di Ruang Sidang Rektor UMM, Selasa, (10/03/2010), mengungkapkan bagaimanapun mereka harus siap. Acara workshop dihadiri oleh Kepala BKLN, Soeparto, dosen, staf pengajar serta seluruh tuan rumah bagi relawan.
“Akhirnya kami menemukan tempat training yang tepat. Relawan telah siap terjun dan hidup layaknya masyarakat di Indonesia, tidak boleh ada perlakuan istimewa,” ujar Tango. Sepanjang program pelatihan, relawan akan tinggal pedesaan di Kota Batu, yakni Tlekung, Junrejo, Pandanrejo dan Giripurno. Selama satu minggu penuh, mereka akan memperoleh berbagai pembelajaran.
Uniknya, mereka harus hidup layaknya warga, mulai makan, minum sama persis menu warga. Tidak hanya itu, mereka harus melakukan aktivitas mencuci pakaian sendiri. “Tidak ada yang istimewa, bila tuan rumah mencuci pakaian di sungai, maka bule-pun mencuci di sungai,”ujar Tango. Pada sisi lain menurut Tango, mereka juga mengikuti aktivitas warga mulai mengikuti rapat desa, kerja bakti bahkan pesta pernikahan, dan dilarang menggunakan alat transportasi seperti Mobil, serta motor untuk keseluruhan kegiatan.
Lebih lanjut, Tango berharap kehadiran relawan akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Selama tiga bulan, relawan diharapkan menyatu dengan keluarga dan masyarakat. Keluarga atau family host, berperan penting dalam pembauran dengan masyarakat. Bantuan penguasaan bahasa dan budaya akan sangat membantu, meski di awal memang harus banyak peyesuaian. “Volunters are not guest, they are part of your family,”pungkasnya. Kedatangan Piece Corps ke UMM dan Malang ini adalah untuk kali pertama di Indonesia. Sebelumnya, Piece Corps melakukan misi-misinya di Afrika. Misinya, diakui jauh dari politik dan keagamaan, melainkan pendidikan dan sosial
Kamis, 11 Maret 2010
Sukse dan Bahagia
Jalan menuju BAHAGIA & SUKSES tidak selalu lurus, ada tikungan bernama kegagalan, ada bundaran bernama kebingungan,tanjakan bernama teman,lampu merah bernama musuh,lampu kuning bernama keluarga. Anda akan mengalami ban kempes & pecah..itulah hidup. Tapi jika anda membawa ban serep bernama TEKAD,mesin bernama KETEKUNAN, asuransi bernama IMAN,pengemudi bernama TUHAN. Maka sampailah anda di daerah yg disebut SUKSES & BAHAGIA.. Salam sukses
Langganan:
Postingan (Atom)
