SUSUNAN PIMPINAN HARIAN BERSAMA ALUMNI DAN KADER PEMUDA MUHAMMADIYAH

SUSUNAN PIMPINAN HARIAN BERSAMA ALUMNI DAN KADER PEMUDA MUHAMMADIYAH
FOTO PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH KOTA MEDAN PERIODE 2010-2014

PERESMIAN SEKRETARIAT PEMUDA MUHAMMADIYAH KOTA MEDAN

PERESMIAN SEKRETARIAT PEMUDA MUHAMMADIYAH KOTA MEDAN
Diresmikan oleh Kakanda Anang Anas Azhar, S.Ag Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

Jumat, 12 Maret 2010

Dalam Bimbingan UMM, 20 Warga Amerika Siap Jadi ‘Wong Ndeso’

Malang- Sebanyak 20 volunter dari Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Peace Corps telah bersiap belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama tiga bulan mereka akan belajar bahasa dan budaya Indonesia, sebelum nantinya mengajar di SMA/SMK di Jawa Timur. Mereka difokuskan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah menengah, terutama di daerah terpencil di Jawa Timur.
Di bawah bimbingan dosen UMM, mereka akan menempati basecamp hingga tiga Juni mendatang. Koordinator Piece Corps, Tango, dalam Workshop Family Host, di Ruang Sidang Rektor UMM, Selasa, (10/03/2010), mengungkapkan bagaimanapun mereka harus siap. Acara workshop dihadiri oleh Kepala BKLN, Soeparto, dosen, staf pengajar serta seluruh tuan rumah bagi relawan.
“Akhirnya kami menemukan tempat training yang tepat. Relawan telah siap terjun dan hidup layaknya masyarakat di Indonesia, tidak boleh ada perlakuan istimewa,” ujar Tango. Sepanjang program pelatihan, relawan akan tinggal pedesaan di Kota Batu, yakni Tlekung, Junrejo, Pandanrejo dan Giripurno. Selama satu minggu penuh, mereka akan memperoleh berbagai pembelajaran.
Uniknya, mereka harus hidup layaknya warga, mulai makan, minum sama persis menu warga. Tidak hanya itu, mereka harus melakukan aktivitas mencuci pakaian sendiri. “Tidak ada yang istimewa, bila tuan rumah mencuci pakaian di sungai, maka bule-pun mencuci di sungai,”ujar Tango. Pada sisi lain menurut Tango, mereka juga mengikuti aktivitas warga mulai mengikuti rapat desa, kerja bakti bahkan pesta pernikahan, dan dilarang menggunakan alat transportasi seperti Mobil, serta motor untuk keseluruhan kegiatan.
Lebih lanjut, Tango berharap kehadiran relawan akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Selama tiga bulan, relawan diharapkan menyatu dengan keluarga dan masyarakat. Keluarga atau family host, berperan penting dalam pembauran dengan masyarakat. Bantuan penguasaan bahasa dan budaya akan sangat membantu, meski di awal memang harus banyak peyesuaian. “Volunters are not guest, they are part of your family,”pungkasnya. Kedatangan Piece Corps ke UMM dan Malang ini adalah untuk kali pertama di Indonesia. Sebelumnya, Piece Corps melakukan misi-misinya di Afrika. Misinya, diakui jauh dari politik dan keagamaan, melainkan pendidikan dan sosial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar