YOGYAKARTA- Persaingan kandidat calon Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah semakin ketat menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Jakarta 17sampai 21 Februari 2010 mendatang. Beberapa nama telah muncul dan roadshow ke daerah-daerah untuk mencari dukungan. Sabtu, 5 Desember 2009 mereka beradu konsep, visi misi dan janji politik dalam debat yang digelar oleh PW Pemuda Muhammadiyah Jogjakarta. Sepuluh kandidat, tujuh dari pengurus pimpinan pusat dan tiga dari pimpinan wilayah akan beradu konsep dan bertarung memperebutkan orang nomor satu di Pemuda Muhammadiyah. Siapa saja mereka?
Sepuluh kader Pemuda Muhammadiyah yang diperkirakan maju menjadi calon ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendatang akan melakukan debat terbuka di Yogyakarta. Mereka adalah tujuh dari pengurus Pimpinan Pusat yakni Ahmad Rofiq, Gunawan Hidayat, Makmun Murod Al Barbasyi, Saleh P Daulay, Piet Hizbulloh Khaidir, Yus Fitriyadi, dan M Ihsan. Sementara tiga kandidat lain dari daerah adalah Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng Wahyudi, Ketua PW jatim Suli Daim dan Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud.
Debat yang mengambil tema ”Dialog Kader menyambut Muktamar Pemuda Muhammadiyah” ini akan digelar di Gedung Unires Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Selatan kampus Terpadu UMY). Dialog ini juga akan mendatangkan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dr Abdul Mukti yang akan memberikan pengantar. Juga akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin dan sejumlah pengurus lain. Peserta terdiri dari pengurus PW Jogjakarta, PD PM se-Yogyakarta, pengurus PW PM se-Jawa Bali.Dialog ini sendiri akan digelar dua hari, Sabtu debat antar kandidat dan Minggu diisi dengan olah raga futsal bersama dan taushiyah dari Dr Haedar Nashir.
Menurut Ketua PW Yogyakarta Arif Mahfud, tujuan dari dialog ini adalah untuk memetakan dan mendiskusikan model dan potensi negara yang hegemonik, merumuskan sikap atas kondisi sosial politik mutakhir, mengevaluasi artikulasi kaum muda sebagai pilar kekuatan civil society, merumuskan potensi dan model gerakan kemandirian kaum muda, dan merumuskan gagasan strategis sebagai rekomendasi materi muktamar.
Dari dialog ini diharapkan mampu untuk memetakan konstruksi kekuatan negara di era rezim SBY-Budiono, terumuskan sikap politik Pemuda Muhammadiyah menyikapi kondisi sosial politik mutakhir, adanya evaluasi terhadap kinerja dan persoalan OKP, sebagai pilar civil society, dan merumuskan agenda dan model gerakan kemandirian kaum muda sebagai rekomendasi untuk materi Muktamar ke-14.//Partaonan
Kamis, 18 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar